Love Reborn

Chapter 2 : Someone from The Past

"Akari-sensei, Akari-sensei.." suara itu lamat-lamat membuyarkan lamunannya.
"Ada apa, Haru-chan?" tanya Akari lembut.
"Akari-sensei daijoubu?" tanya gadis kecil berambut sebahu itu. Matanya menatap Akari, ingin tahu apa yang dilamunkan gurunya ini.
"Daijoubu.." jawab Akari sambil membelai rambut Haru-chan.
"Apakah bangau buatanku kemarin sudah diberikan pada Yamada-kun?"
Akari mengangguk.
"Apa ia sudah sadar?"
Akari mengangguk lagi.
"yokatta! Itu artinya aku bisa melihat Yamada-kun menjemput Akari-sensei lagi sepulang sekolah."
Akari tersenyum getir mendengar celotehan Haru-chan. Apa setelah kejadian kemarin masih ada kata 'lagi'?

Akari mengayuh sepedanya kembali ke apartemen. Biasanya ia akan segera ke rumah sakit setelah pulang mengajar, tapi hari ini tidak. Kehadirannya akan membuat Ryosuke bingung dan berusaha mengingat tentang dirinya. Akari hapal betul siapa Ryosuke. Laki-laki bermata cokelat tua itu akan memaksakan diri untuk membuat orang lain senang. Akari tidak ingin Ryosuke memaksakan diri untuk mengingat siapa dirinya, ada apa dengan mereka. Lebih baik waktu yang memulihkan ingatan Ryosuke yang hilang tentang dirinya.
 

"Selamat siang, Akari-chan." sapa seseorang ketika ia sampai di depan apartemennya.
"Chihiro?"
Gadis berambut ikal kecokelatan itu tersenyum padanya.
"Sudah lama menunggu? Kenapa tidak beri kabar padaku?" tanya Akari sambil membuka pintu apartemennya dan mempersilakan Chihiro masuk.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Chihiro
"Baik. Mau minum apa? Duduk dimana yang kau suka, anggap saja rumah sendiri." Akari membuka lemari pendingin, mencari soft drink.
"Hanya ada Ice Coffee, Chihiro, tidak apa? aku belum belanja."
"tidak apa."
Akari menaruh sekaleng ice coffee di depan chihiro dan membuka untuk dirinya sendiri.
"Kenapa tidak ke rumah sakit hari ini?" tanya Chihiro.
"Aku..tidak apa-apa. Hari ini ada seorang yang akan datang ke apartemen, aku harus membereskan tempat ini."
Chihiro melihat sekeliling ruangan itu. Sepertinya tidak ada yang perlu dibereskan.
Akari meminum ice coffeenya. Chihiro tahu ia hanya membuat alasan.
"Besok Ryo sudah bisa kembali ke rumah."
"Benarkah? Yokatta!"
"Akari,"
"Hmm?"
"Benar kau tidak apa-apa? Aku dengar dari Misaki bahwa..."
Akari diam. Ia menatap kosong ke kaleng ice coffeenya.
"Dokter berkata jika ingatan Ryo memang belum sepenuhnya pulih, ada beberapa yang hilang dan butuh waktu untuk mengembalikannya jadi..."
"Aku bermimpi, Chihiro." potong Akari tiba-tiba.
"Mimpi?" kening Chihiro berkerut
"Un, mimpi itu datang di saat Ryosuke sadar dari komanya." Akari menarik nafas. Melegakan kesesakan dadanya.
"yang ku dengar hanya suara, tapi itu suara Ryosuke. Dua hari ini aku memikirkan apa maksud perkataannya."
"apa yang dikatakannya?" tanya Chihiro ingin tahu.
Akari diam sejenak. Airmatanya mulai mengalir.
"jika pun aku terlahir kembali dengan ingatan yang baru, jangan pernah berubah. Tetap simpan hatimu untukku."
Akari menghapus linangan di pipinya.
"akhirnya aku mengerti maksud perkataan Ryosuke saat itu."
Chihiro tak bisa berkata banyak. Ia sedih melihat gadis yang ada di depannya. Chihiro memeluk Akari.
"Mungkin itu sebuah pertanda, Akari-chan, Ryo akan mengingatmu lagi suatu hari nanti."
Akari menangis sejadinya di pelukan Chihiro. Mau tak mau kakak perempuan laki-laki bemata cokelat tua itu pun ikut menangis. Hal yang paling menyedihkan adalah ketika orang yang kau cintai melupakanmu dari ingatannya.


* * *

Sore itu Akari datang ke rumah sakit sebagai seorang teman lama. Hanya itu predikat yang Akari sandang selama Ryosuke masih hilang ingatan.
"Akari-chaaan," pekik Misaki riang ketika menyadari kedatangannya.
"Mi-chan.."
"Kenapa tidak berkunjung kemarin?"
Akari hanya tersenyum.
"Chihiro datang ke apartemenmu, kan?"
"Ya."
"Sepi sekali tidak ada Akari-chan kemarin, aku menunggui kakak sendirian."
"Maaf."
"Daijoubu."
Ryosuke keluar dari ruang 309 dengan kursi roda dibantu seorang gadis yang sebaya dengan Akari. Gadis itu tersenyum saat matanya bertemu dengan mata Akari.
Misaki memandang Akari dan gadis itu bergantian. Berharap tidak terjadi apapun karena seseorang dari masa lalu Ryosuke kembali datang.


"Ada hal yang perlu aku sampaikan padamu, Akari." ujar Chihiro sesaat setelah memastikan Akari tenang.
"tapi apakah sebaiknya nanti saja aku sampaikan, menunggu keadaanmu lebih baik."
"Uun, tidak apa. Sampaikan saja, aku sudah tidak apa-apa."
"selain beberapa ingatan yang hilang juga ada ingatan-ingatan lama yang datang kembali."
Ingatan lama yang kembali?
"Ada seseorang dari masa lalu Ryo yang selalu disebut-sebut olehnya. Risa."
Akari mengerutkan dahinya. Risa? Ia tidak terlalu mengenal nama itu tapi siapapun gadis ini pasti dulunya sangat berarti bagi.Ryosuke.
"Mungkin mulai besok kau akan melihat Risa selalu bersama Ryo,karena itu permintaan Ryo sendiri."
Akari menutup matanya. Apa saja asal Ryosuke bahagia.


"Nee, nee, Akari-chan, apa yang kau lamunkan?" tanya Misaki.
Mereka sudah tiba di kediaman keluarga Yamada.
"Jika itu tentang Risa," Misaki memutus kalimatnya karena melihat mata Akari yang menatap sedih pada Ryosuke. Jika saja yang disamping Ryosuke saat itu adalah dirinya.


Published with Blogger-droid v2.0.10

Comments

Popular Posts