Fuyu no Sora
Gadis itu berjalan pelan, salju yang sedikit menumpuk di taman sedikit memperlambat langkahnya. Ia punya janji hari ini untuk bertemu seseorang di sebuah taman dekat Red Tower, Menara kebanggaan masyarakat Jepang. Ia merapatkan mantelnya, uap air berhembus dari deruan pelan nafasnya. Suhu minus tiga sore itu.
"maaf membuatmu menunggu," seseorang menegurnya.
Gadis itu menggeleng, "aku belum lama sampai,"
Ia tersenyum pada laki-laki yang merupakan teman kencannya itu.
Mereka sudah kenal lama, lama sekali. Banyak cerita yang terjadi di antara mereka, dan di taman ini juga ada. Karena semua berawal dari sini.
Mereka berjalan menyusuri taman yang sore itu tak begitu ramai.
"apa rencana kita sore ini?" tanya laki-laki itu pada sang gadis.
"terserah padamu saja,"
"eh? Menghangatkan diri di kedai itu, mau? Aku ingin makan sesuatu yang hangat,"
"un,"
Laki-laki itu menarik tangan gadis itu sambil tersenyum padanya. Tanpa banyak kata, sang gadis tahu bahwa laki-laki yang tengah menggenggam erat tangannya ini begitu menyayanginya.
"maaf membuatmu menunggu," seseorang menegurnya.
Gadis itu menggeleng, "aku belum lama sampai,"
Ia tersenyum pada laki-laki yang merupakan teman kencannya itu.
Mereka sudah kenal lama, lama sekali. Banyak cerita yang terjadi di antara mereka, dan di taman ini juga ada. Karena semua berawal dari sini.
Mereka berjalan menyusuri taman yang sore itu tak begitu ramai.
"apa rencana kita sore ini?" tanya laki-laki itu pada sang gadis.
"terserah padamu saja,"
"eh? Menghangatkan diri di kedai itu, mau? Aku ingin makan sesuatu yang hangat,"
"un,"
Laki-laki itu menarik tangan gadis itu sambil tersenyum padanya. Tanpa banyak kata, sang gadis tahu bahwa laki-laki yang tengah menggenggam erat tangannya ini begitu menyayanginya.
Di sebuah kedai mereka duduk di meja bar. Memesan masing-masing satu mangkuk sup jagung yang hangat. Mereka tak banyak bicara, biasanya juga begitu. Diam adalah hal yang paling sering mereka lakukan jika bertemu. Tapi akan sangat saling merindukan ketika mereka berjauhan.
"setelah ini mau kemana?" tanya laki-laki itu lagi.
Gadis itu diam sejenak, "jalan-jalan saja di sekitar taman,"
"hmm, baiklah. Ayo habiskan sup jagung mu,"
Laki-laki itu mengacak poni gadis itu dan menghabiskan sup jagungnya.
"un,"
"setelah ini mau kemana?" tanya laki-laki itu lagi.
Gadis itu diam sejenak, "jalan-jalan saja di sekitar taman,"
"hmm, baiklah. Ayo habiskan sup jagung mu,"
Laki-laki itu mengacak poni gadis itu dan menghabiskan sup jagungnya.
"un,"
Mereka berjalan beriringan. Jalanan taman itu panjang dan berputar-putar tapi mereka memutuskan untuk mengikuti kemana kaki mereka melangkah tanpa banyak bicara.
"maaf sudah lama tidak menemuimu," ujar laki-laki itu
"daijoubu,"
Senyuman gadis itu membuat sang laki-laki pun tersenyum. Dimana ia bisa bertemu gadis yang setulus ini lagi. Tidak akan pernah.
"apa kau tidak keberatan?" tanyanya lagi
"hmm," gadis itu duduk di sebuah bangku taman.
Ia menggeleng.
"daijoubu,"
"apa seperti ini saja cukup? Aku bisa meluangkan waktu lebih banyak jika kau mau,"
"tidak perlu, sesekali saja cukup, asal bertemu seperti ini sudah cukup." jawabnya
Kemudian mereka diam. Menikmati keindahan langit senja di musim dingin itu.
"aku rasa aku harus pulang," kata gadis itu tiba-tiba.
"eh? Cepat sekali,"
laki-laki itu sepertinya belum mau mengakhiri kebersamaan mereka.
"besok aku harus kuliah, kau juga harus bekerja, ya kan?"
Gadis itu menatap laki-laki nya. Matanya mengatakan jika setelah ini mereka akan tetap bersama. Ia beranjak dari bangku, mengucapkan selamat tinggal, namun laki-laki itu menarik lengannya.
Jangan pergi, bisiknya dalam hati.
Gadis itu seperti mengerti, ia duduk kembali dan memberi kecupan di kening laki-lakinya.
"sayonara,"
Dan laki-laki itu tahu jika mereka akan bertemu lagi setelah ini. Mereka akan selalu bertemu lagi setelah ini.
"maaf sudah lama tidak menemuimu," ujar laki-laki itu
"daijoubu,"
Senyuman gadis itu membuat sang laki-laki pun tersenyum. Dimana ia bisa bertemu gadis yang setulus ini lagi. Tidak akan pernah.
"apa kau tidak keberatan?" tanyanya lagi
"hmm," gadis itu duduk di sebuah bangku taman.
Ia menggeleng.
"daijoubu,"
"apa seperti ini saja cukup? Aku bisa meluangkan waktu lebih banyak jika kau mau,"
"tidak perlu, sesekali saja cukup, asal bertemu seperti ini sudah cukup." jawabnya
Kemudian mereka diam. Menikmati keindahan langit senja di musim dingin itu.
"aku rasa aku harus pulang," kata gadis itu tiba-tiba.
"eh? Cepat sekali,"
laki-laki itu sepertinya belum mau mengakhiri kebersamaan mereka.
"besok aku harus kuliah, kau juga harus bekerja, ya kan?"
Gadis itu menatap laki-laki nya. Matanya mengatakan jika setelah ini mereka akan tetap bersama. Ia beranjak dari bangku, mengucapkan selamat tinggal, namun laki-laki itu menarik lengannya.
Jangan pergi, bisiknya dalam hati.
Gadis itu seperti mengerti, ia duduk kembali dan memberi kecupan di kening laki-lakinya.
"sayonara,"
Dan laki-laki itu tahu jika mereka akan bertemu lagi setelah ini. Mereka akan selalu bertemu lagi setelah ini.
Perlahan gadis itu membuka matanya. Kenangannya tentang pertemuan dan perpisahan membuatnya ingin selalu menutup mata untuk membayangkan, karena dengan cara itu ia bisa merasa laki-lakinya seolah berada di dekatnya.
Aku tahu dia menyayangiku, aku pun begitu, bisiknya dalam hati.
Terima kasih.
Ia memandang jauh ke langit musim dingin dan tersenyum.
Laki-laki itu pun tersenyum di kejauhan sana.
Terima kasih.
Ia memandang jauh ke langit musim dingin dan tersenyum.
Laki-laki itu pun tersenyum di kejauhan sana.
Published with Blogger-droid v2.0.10
Comments
Post a Comment