Story at TOKYO TOWER

CHAPTER Three
PART A
Mizunashi Akari
“Uwaaa~ ramai sekali disini, Miki-chan..”
“Seperti itulah Tokyo Dome saat konser, penggemar dimana-mana.”
“Un! Ini pertama kalinya aku melihat perform mereka secara langsung, biasanya hanya lewat dvd. Kau bilang hari ini Hey! Say! JUMP akan tampil?”
“Un! Ayo kita masuk,”
Akari dan Miki masuk ke dalam gedung. Disana sudah dipenuhi ribuan penggemar Kinki Kids dan penggemar unit-unit lainnya. Hari ini Hey! Say! JUMP akan tampil, mereka akan mengumumkan single terbaru mereka, Hitomi no Screen. Tentu saja ini sudah sangat ditunggu oleh jutaan penggemar mereka, termasuk Akari dan Miki.
Akari sangat menikmati konser hari itu, tapi ia akan lebih menikmati lagi jika Hey! Say! JUMP terlebih Yamada Ryosuke tampil segera. Ia sudah tidak sabar ingin melihata Yama secara langsung, seperti yang dikatakannya, ia hanya bisa melihat melalui televisi atau dvd saja. Ia membayangkan wajah Yama saat itu juga. Hyaaa~ wajahnya memerah.
“Akari, wajahmu? Kau kenapa? Mm.. aku tau, kau pasti mengkhayalkan Yamada kan?? Sabar, Akari, sebentar lagi mungkin mereka keluar.”
“Miki-chan, kau!” Akari menutupi wajahnya dengan tangan. Malu karena wajahnya yang tiba-tiba memerah dilihat orang lain.
Tak lama berselang, Hey! Say! JUMP keluar.
“Miki-chaaaan!! Hey! Say! JUMP,” Akari seperti kehilangan kontrol
“Iya, aku tahu, Mizu-chan.”
“Tapi, kenapa aku tidak melihat Yama?”
“Mungkin dia keluar terakhiran,”
Sangat riuh sekali ketika Hey! Say! JUMP, para penggemar mereka sungguh-sungguh mengeluarkan teriakan mereka, menyebut-nyebut nama mereka, membuat Hey! Say! JUMP yang berada di atas panggung menjadi lebih bersemangat.
“Itu Yamada, Mizu-chan.”
Miki menunjuk ke arah Yamada
“Johnny-san tidak akan menyimpannya, tenang saja, haha.”
“Miki kau dari tadi meledekku,”
“Habisnya! Lihat wajahmu memerah lagi, haha, seperti kepiting rebus.”
“Mikiiiii~”
Miki terpingkal.
Akari hanya berdiri di tempatnya. Tidak melakukan seperti apa yang dilakukan penggemar lain di dalam Tokyo Dome. Berteriak-teriak memanggil nama member, ikut bernyanyi atau apa, dia hanya diam terpaku pada satu orang, Yamada Ryosuke. Dia tidak bisa melepas pandangannya dari sosok yang sedang perform di depannya, walaupun jauh. Entah sengaja atau tidak, pandangan Yama pun tertuju padanya, hyaaa~ ada apa ini? Dan sepertinya Yama pun mengenalinya. Apakah dia sempat melihat wajahku di restoran sushi kemarin?? Oh tidak~~
“Miki-chaaan~ Itu Yamada kan? Itu benar-benar Yamada kan?”
“Iya, Mizu-chan, itu Yamada.”
“Miki-chaaan, aku tadi beradu pandang dengannya. Hyaaa~ aku ingin menangis,” tangis Akari pecah
Miki yang melihat Akari menangis menjadi khawatir.
“Mizu-chan? Kau kenapa? Apa kau sakit? Kalau sakit bagaimana kalau kita pulang saja, kita bisa melihat mereka lain kali,”
Akari menggeleng. “Tidak, aku tidak sakit. Aku hanya terlalu senang.”
Akari mengusap air matanya kemudian kembali menatap panggung, ke Yamada Ryosuke. Begitu sempurna, apa yang kurang dari Yamada? Tidak ada, walaupun Miki bilang Yama sedikit gendut, tidak! Itu tidak benar! Yama sangat sempurna di matanya.
Akari seperti terhipnotis. Ketika sekali lagi mereka beradu pandang, Akari seperti ingin melayang. Apakah dia benar-benar melakukannya untukku? Apakah aku bermimpi? Yamada, kau tahu apa yang kau lakukan membuatku sulit membedakan apakah aku harus senang atau malah menjadi sedih.

********************************
Part B
Yamada Ryosuke
Tokyo Dome penuh sesak dengan orang-orang. Kebanyakan dari mereka adalah perempuan, hanya sedikit laki-laki yang ada di sekitar sana. Memang seperti itu, kebanyakan dari penggemar Johnny’s adalah perempuan. Johnny’s begitu mengerti apa yang diinginkan orang-orang ini, mereka menawarkan begitu banyak laki-laki dan bahkan anak laki-laki dengan wajah yang begitu menawan. Menyanyi dan menari di atas panggung. Mengisi setiap dorama. Bergentayangan di sudut-sudut kota dengan billboard yang besar. Belum lagi tvshow mereka, iklan-iklan. Kau akan sangat puas melihat mereka 1x24jam atau mungkin selamanya.
Hey! Say! JUMP akan tampil di konser ini. Menyanyikan 3 buah single, termasuk di antaranya adalah single baru yang akan diumumkan. Single kenapa single? Kenapa bukan album? Padahal hampir satu tahun mereka tidak menghasilkan apapun, membuat fans bertanya-tanya akan eksistensi mereka. Masihkan mereka berkiprah atau sudah mulai redup? Terlalu banyak spekulasi yang bermunculan. Belum lagi permanennya NYCboys yang didalamnya terdapat Yamada dan Chinen yang notabene adalah member Hey! Say! JUMP. Jawabannya adalah tanyakan pada Johnny-san, apa yang ada di dalam pikiran dan apa rencananya tentang Hey! Say! JUMP.
Yamada dan yang lain telah bersiap di belakang panggung. Giliran mereka tampil akan tiba, sebelumnya Yabu Kota memberi kata-kata semangat.
“Minna-san, ayo kita lakukan yang terbaik untuk hari ini, kita semarakkan isi gedung ini!!!”
“Yooo~”
Yamada sangat bersemangat hari ini. Entah apa yang terjadi padanya, yang jelas dia sudah lebih baik dari beberapa hari yang lalu.
“Chinen-kun, ayo kita melakukan yang terbaik!”
Chinen terkejut Yama kembali menyapanya.
“Haiiii~”
Chinen pun menjadi bersemangat. Hubungan mereka telah membaik.
Satu per satu mereka keluar. Yamada keluar sedikit belakangan walaupun begitu ia tetap menjadi pusat perhatian.
Hey! Say! JUMP mulai menggaungkan lagu pertama mereka. Para penggemar seperti kehilangan kontrol. Begitu bersemangat. Yamada dan yang lain pun menjadi bersemangat. Kemudian dilanjutkan dengan lagu yang kedua, Mayonaka no Shadow Boy. Yamada mengedarkan pandangannya menuju sekeliling Tokyo Dome. Pandangannya berhenti pada satu orang yang hanya berdiri, tidak melakukan apapun, terpaku melihatnya. Yamada seperti mengenali, bukankah itu… Dia tahu siapa.
Para penggemar harus menunggu sebentar karena Hey! Say! JUMP melakukan photoshoot di atas panggung. Kemudian Yama mengambil alih, ia menjelaskan sedikit tentang single terbaru mereka dan Hitomi no Screen, single terbaru mereka pun digaungkan. Tokyo Dome semakin riuh. Sejenak Yamada kehilangan gadis itu karena ia harus melakukan photoshoot dan interview dan sekali lagi ia mengedarkan pandangannya. Gadis itu sedang bicara pada temannya, pembicaraan serius seperti di Tokyo Tower dan Restoran sushi beberapa hari yang lalu.
..Apa yang mereka bicarakan? Aku?.. Yama bertanya di dalam hatinya, ..tapi apakah seserius itu mereka membicarakanku?..
Karena terlalu jauh jarak, Yama melihat samar mendadak gadis itu seperti menangis. Dia hanya bisa melihat gadis itu mengusap airmatanya dan temannya mencoba menenangkan.
Sekali lagi, mereka bertatapan, Yama mencoba tersenyum pada gadis itu. Yama tidak tahu apa alasan gadis itu menangis, hanya saja, Yama ingin tersenyum padanya.
..Mungkin dia akan sedikit tenang jika aku tersenyum, senyuman idola kepada fansnya, bukankah seperti itu?.. Yama membatin,
Dengan berakhirnya lagu tadi, Hey! Say! JUMP pun kembali ke belakang panggung. Chinen memberanikan diri untuk menegur Yama, karena sepertinya Yama sudah terlihat lebih baik.
“Yama-chan, hari ini kau riang sekali, Ada apa?”
“Tidak ada, Chii-kun. Hanya merasa lebih bersemangat saja. Mmm.. aku minta maaf atas perlakuanku padamu beberapa hari yang lalu, aku menyesal.”
“Iya, aku mengerti kondisimu, saat itu kau pasti benar-benar kelelahan. Aku sudah memaafkanmu.” Chinen tersenyum. “Satu hal lagi, aku merasa senyummu sedikit berbeda hari ini,”
“Benarkah? Aku hanya tersenyum seperti biasa.”
“Kau yakin?”
“Ya. Hanya ingin menenangkan seseorang.”
“Seseorang saja?” tanya Chinen heran
“Err, maksudku semuanya.. Sudah lupakan saja.” Yama buru-buru menutup pembicaraan.
Yama tersenyum sendiri. Suatu saat aku pasti akan menanyakannya, pasti!

Comments

Popular Posts