Setumpuk Rindu Darimu


Aku melempar tasku ke sembarang tempat kemudian menjatuhkan diri ke atas tempat tidur. Aku memejamkan mata sejenak, meredakan denyut yang hinggap sedari tadi di kepalaku gara-gara terjebak macet di jalan ketika menuju pulang. Jakarta, semakin semrawut saja. Benar-benar menguji kesabaran hati ketika jarum jam menunjukkan pukul tiga. Jalanan mulai dipenuhi suara klakson mobil yang bersahut-sahutan memekakkan telinga, belum lagi roda-roda mobil itu hanya bergerak secenti demi secenti. Mungkin secenti, aku rasa semili pun tak sampai. Padat. Penat. Capeeeek. Belum lagi pekerjaan di kantor hari ini benar-benar menguras pikiran dan akhirnya suasana hatiku pun jadi sama semrawutnya.
Cukup puas meluruskan pinggang, aku beringsut menuju kamar mandi. Berharap kucuran air hangat dari shower dapat merelaksasi tubuhku.
Haa~ aku sudah di balkon dengan segelas mint-tea hangat yang menemani. Suasana hatiku sedikit lebih baik sekarang. Sebenarnya tidak terlalu baik, selain pekerjaan dan kemacetan, adalagi yang bertanggungjawab atas kemsemrawutan ini. Kamu! Iya kamu.. kamu sudah buat aku pusing menahan kangen. Kamu tau, rindu ini sudah memuncak. Sudah mendidih. Sudah berada di ubun-ubun. Kamu kemana? Menghilang begitu saja membuatku nyaris tak bisa menangis lagi karena sudah lama tertahan. Aku memang sudah tidak bisa menangis, sebagai gantinya aku hanya bisa menahan perasaan gelisah ketika teringat kamu. Aku rindu kamu, tau! Datanglah sebentaaar saja, aku hanya ingin lihat lengkung manis yang kamu beri buat aku tiap kita bertemu dulu. Datanglah walau hanya sekilas di dalam mimpiku. Bisakah? Bisa?
Setiap aku berusaha mengatasi rindu ini, ada saja yang terjadi. Ketika aku berniat melupakanmu untuk hari ini saja, tiba-tiba semua yang ada di sekitarku mengingatkanku tentangmu, seolah semua orang dan alam berkonspirasi mendukung kehadiranmu, mementahkan begitu saja niatku itu. Lebih tidak tahan lagi jika aku sedang sendiri, sudah dapat dipastikan otak dan hatiku mengenang kamu. Sial.
Aku menghela nafas. Berat sekali. Aku mau menangis saja rasanya tapi percuma, tak ada airmata yang bisa keluar. Setetes pun. Kenapa ya? Apakah aku sudah kebal dengan itu semua? Karena terlalu sering kangen kamu?
Benar kata orang, merindu itu lebih menyiksa daripada sakit hati. Merindu itu rasanya lebih berat dari sakit hati yang terberat sekalipun. Dan aku benci jika dihinggapi hal seberat ini. Setumpuk rindu yang kamu serahkan padaku benar-benar tak bisa diselesaikan, ini bukan seperti menghitung deret angka, bukan seperti menilai besarnya pajak. Yang bisa menyelesaikannya hanya jika aku bertemu dengan kamu. Memelukmu. Aku hanya ingin itu. Aku tidak mau yang lain. Tapi bagaimana bisa jika kamunya saja tidak ada disini, kamunya jauh. Paling yang bisa aku lakukan hanya memeluk bantal guling. Mengesalkan ya! Aku tertawa sendiri. Kamu, baru kamu yang membuatku seperti ini. Kamu dan setumpuk rindu darimu. Hh~

Comments

  1. NoVCasino Casino - NOVCASINO.COM
    NoVCasino.com offers a no deposit bonus of aprcasino 100% up to €150. No gri-go.com Deposit Bonus is given novcasino to new players only. No casinosites.one deposit https://sol.edu.kg/ bonuses expire

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts